Pribadi yang tangguh oleh(ibnu umar bin umar bin al-khathab)

pribadi yang tangguh ibnu umar bin umar bin al khathab
Penolakan jabatan sebagai hakim dimana jabatan itu adalah jabatan besar di antara kenegaraan dan ber masyarakatan

penolakan jabatan sebagai hakim dimana jabatan itu adalah jabatan besar di antara kenegaraan dan bermasyarakantan,
begitu pula jabatan itu iayalah jabatan yang di gandrilungi oleh setiap manusia dengan penghasilan yang tidak sesikit,serta kewenangannya sebagai yang mulia yang di taati sebagai seorang oengadil,
namun tidak lah dari jabatan itu menjamin untuk akhirat,malah sebaliknya membawa keneraka bagi orang yang dzalim.

Pribadi yang tangguh dan selalu dekat dengan Allah
Abdullah bin umar/ibnu umar bin umar bin al_khathab.

Banyak sekali keistimewaan yang di milik abdullah bin Umar sperti ilmu,kerendahan hati,kebulatan tekad dan keteguhan pendirian serta,kedermawaannya,kesalehannya dan ketekunannya dalam ber ibadah,ketangguhannya dalam berpegang kepada teladan yang di berikan oleh Rasulullah SAW.
Abdullah belajar benyak hal tentang kebaikan dari ayahandanya(umar bin al_khathab.
Sperti ayahnya,iya telah berhasil mencapai keimanannya yang baik terhadap Allah dan Rasullnya,karena itu,kesetiaannya mengikuti jejak langkah Rasulullah SAW,merupakan suatu hal yang sangat menakjubkan.
Abdullah selalu  memperhatikan sapa saja yang di lakukan oleh Rasulullah SAW lalu menirunya secara cermat dan teliti sebagai contoh:setiap sholatnya Rasulullah SAw dimanapun,sambil berdiri cara berdoanya  maupun sambil duduk, dimanapun Rasulullah SAW melakukan ibadah dan abdullah akan ada di tempat itu untuk meniru sebagaimana Rasulullah SAW melakukan peribadahannya.

Kesetiaannya yang tulus dalam mengikuti jejak Rasulullah SAW,telah mengundang pujian dari ummul mukminin Aisyah RA,sehingga ia mengatakan:tidak seorang pun yang mengikuti jejak langkah Rasulullah SAW di tempat tempat persinggahan beliau,sebagaimana yang di lakukan oleh ibnu Umar.


Adbullah telah menfaatkan umurnya yang panjang itu untuk membuktikan kecintaannya yang mendalam terhadab Rasulullah SAW,
Hingga suatu masa kaum muslimin yang saleh berdo'a:
"Ya Allah,biarkanlah ibnu umar tetap hidup selama engkau memberikan hidup bagiku,agar aku dapat mengikuti jejaknya,karena aku tidak mengetahui seorang pun yang menghirup dari sumber pertama selain sia."
,
Ibnu umar sangat berhati hati dalam menyampaikan hadist dari Rasulullah SAW,  dia tidak akan menyampaikan suatu hadist darinya, kecuali ia ingat seluruh kata kata Rasulullah.
,
Begitu juga dengan jabatan hakim yang ia hindari, padahal jabatan itu adalah jabatan tertinggi di antara jabatan kenegaraan dan kemasyarakatan, di samping menjamin pemasukan keuangan,pengaruh dan kedudukan mulia.
Namun,apa perlunya semua itu bagi umar?



Suatu hari khalifah ustman memanggilnya dan meminta kesediaannya memgang jabatan hakim tersebut,  tetapi iya menolaknya,  ustman tetap mendesaknya, tetapi ibnu Umar jega tetap memperthankan penolaknnya itu.

"Apakah engkau tidak menaati perintahku? (Tanya khalifah ustman)

Ibnu umar menjawab:sama sekali tidak, hanya saya dengar para hakim itu ada tiga macam:

Pertama:hakim yang mengadili tanpa ilmu,maka iya dalam neraka.
Kedua:hakim yang mengadili bersasarkan nafsu,maka iya juga dalam neraka.
Ketiga:hakim yang berijtihad dan hasil ijtihadnya benar,maka iya dalam keadaan berimbang, tidak berdosa tapi tidak pula mendapat pahala.

"Atas nama Allah,saya memohon kepadamu agar di bebaskan dari jabatan itu.(ibnu umar menjawab)

Nahh begitulah jabatan hakim dalam pandangan islam,
Mengerikan pula apa yang di dapati seorang Hakim yang dzalaim dan menuhankan harta dalam menegakkan keburukan yang ada di pihaknya.
Begitu pula hakim yang benar berdasarkan ilmu dan ada di jalan yang benar,itulah yang ia dapatkan,(berimbang).

Apabila iya berada di persoalan"pertama"dan "kedua",bisakah kita membayangkan sesuatu yang berlaku dalam neraka kepada hakim tersebut?,

Itulah beberapa riwayat penolakan jabatan Hakim oleh Adbullah bin Umar bin Al_khathab.
Semoga kita dapat mengambil hikmahnya dalam menegakkan dan menekuni jejak Rasulullah SAW,keluarganya dan para sahabatnya.

Mungkin anda suka: