Menjaga lisan dari hal yang batil
Adalah larut dalam membicarakan sesuatu yang mengandung kemaksiatan,
seperti: "menceritakan keadaan para wanita dan dari seluk beluk yang ada dalam seorang wanita,
Membahas tempat yang penuh dosa swbagai contoh;tempat mesum,(khamr)minuman,serta klub klub malam tempat para pendosa dan kaum fasik,
membicarakan(membahas) kemegahan orang orang kaya,serta kebengisan para raja dan Lain sebagainya.
Bilal bin harist RA, meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"Sesungguhnya ada orang yang berbicara dengan satu kalimat yang mengundang keridhaan Allah,dia tidak mengira kalau kalimat itu akan sampai pada derajat yang sangat tinggi, hingga Allah menuliskan keridhaan-nya kepada orang ini hingga hari kiamat kelak. Dan ada juga orang yang berbicara dwngan satu kalimat yang mengundang kemurkaan Allah. Dia tidak mengira kalau kalimat itu akan sampai pada kondisi yang tidak pernah dia perkirakan, Hingga Allah Menuliskan Kemurkaan-nya kepada orang ini hingga hari kiamat kelak."(99)
"Banyak sekali ungkapan kata saya yang di cegah oleh hadist Bilal bin Harist ini."(Alqamah).
Anu hurairah meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah SAw, Bersabda:
"sesungguhnya ada seorang hamba mengucapkan satu lalimat yang belum dia olah sebelumnya, hingga dia tergelincir ke dalam neraka yang lebih jauh daripada antara timur dan barat." (100)
"maksud, belum di olah, dalam hadist di atas adalah,belum mengetahui bagaimana akibatnya, apakah baik atau buruk."(101)imam nawawi.
"Orang yang paling besar dosanya pada hari kiamat adalah orang yang paling larut dalam kebatilan."(102)Abdullah bin Mas'ud.
Baca juga : (Menjaga lisan dari perdebatan)
