Menjaga lisan dari hal yang tidak bermanfaat

tips menjaga lisan_menjaga lisan dari hal yang tidak bermanfaat

"Barang siapa yang diam,maka dia telah selamat."(96)

Hal itu karena pembicaraan yang tidak bermanfaat merupakan wujud seperti membuang waktu yang merupakan modal utama untuk seorang muslim.
Seharusnya kita memanfaatkan waktu itu untuk berdzikir kepada Allah SWT.
Dengan begitu kita akan memperoleh pahala yang besar,
Meskipun pembicaraan itu tidak menimbulkan bahaya besar,namun hal tersebut mengundang kerugian dan menyia nyikan pahala.
Rasulullah SAW bersabda:
"Di antara ciri baiknya ke-islaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya"(95)
"Barang siapa yang diam,maka dia telah selamat."(96)

Abdullah bin abbasa berkata,:
"Ada lima perkara yang lebih saya sukai daripada jarta yang melimpah yang di wakafkan":

1.jangan membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat bagimu,karena hal itu merupakan kemubadziran yang rentan terhadap dosa.

2.jangan membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat bagimu hingga kamu mendapatkan bt tempat yang pas(peluang).sebab,banyak orang membicarakan sesuatu yang bermanfaat baginya, namun ia tidak menempatkan pada tempatnya, akhirnya ia menjadi sengsara.

3.jangan berdebat dengan orang yang lemah lembut atau orang bodoh. Sebab, orang yang kemah lembut akan membencimu,sesangkan orang bodoh akan menyakitimu.

4.jika kamu membicarakan saudaramu yang tidak ada di sampingmu, maka sebutkanlah mengenai hal hal yang kamu sukai jika dia menyebutkan tentangmu,  maafkanlah dia, sebagaimana kamu juga suka jika dia memaafkanmu,  perlakukanlah saudaramu dengan perlakuan yang kamu suka di perlakukan, jika di perlakukannya dengannya.

5.beramallah layaknya seseorang yang tahu jika dia akan di beri balasan kebaikan, dan di oerlakukan secara terhormat.
Suatu hati ada seseorang yang bertanya kepada lukman al_hakim,
"Apa hikmah yang kamu milik?"
Likman Al-Hakim menjawab:"aku tisak memohon sesuatu yang sudah cukup bagiku,  dan saya juga tidak membebani diriku  dengan sesuatu yang tidak bermanfaay bagi diriku."

Kejujuran dan kepercayaan hanya akan di peroleh orang yang takut Allah SWT.

Seperti yang di katakan oleh amirul mukminin(Umar bin Al_khathab).
"Janganlah mengerjakan sesuatu yang tidak bermanfaat bagimu, jauhilah musuhmu! Waspadailah temanmu, kecuali yang jujur dan terpercaya."
Jangan bergaul dengan orang durjana, sehingga kamu mengenal kedurhakaan darinya,
Jangan mengungkapkan rahasiamu kepadanya,
Dan mintalah pendapat dari orang orang yang takut kepada Allah SWT, dalam segala urusanmu.

"Batasan pembicaraan yang bermanfaat bagimu, hendaknya kamu membicarakan sesuatu, yang seandainya kamu tidak membicarakannya, kamu tidak akan berdosa atau tertimpa bahaya karenanya, dalam keadaan bagaimanapunn"(imam Al-Gazhali)
Contoh:
"anda duduk di sekelompok orang, kemudian anda mengisahkan perjalanan yang baru anda lalui,juga panorama omsepanjang jalan,gunung-gunung,sungai dan sebagainya,berbagai pristiwa,makanan,pakaian yang serba enak dan indah.
Serta kekaguman terhadap Ulama/syaihk di sebuah kota atau negara, dan berbagai cobaan yang mereka hadapi.
Sbenarny ini merupakan hal hal yang jika tidak di bicarakannya,anda tidak akan bersoaa dan tidak akan mengundang bahaya.
Jangan berlebihan, sehingga anda menambah nambahi atau mengurangi cerita tersebut.
Dan Bagaimana mungkin anda akan selamat dari bencana bencana yangvtelah di sebutkan!.
Ketika anda bertanya kepada seseorang tentang ibadahnya,
Lalu anda bertanya:
"Apa kamu puasa?",,
Jika dia jawab:"ya" ,
  dia telah menampakkan ibadahnya, sehingga rentan di masuki penyakit Riya', namun jika penyakit Riya belum masuk,paling tidak ibadahnya tidak lagi Rahasia.
Padahal derajat ibadah secara Rahasia lebih tinggi daripada ibadah secra terang terangan, akan tetapi jika orang tersebut menjawab "tidak" 
berarti dia telah berbohong, jika dia diam, seakan akan dia telah menyepelekan anda, Lalu anda merasa sakit hati, jika dia berkilah untuk menyembunyikan jawaban yang sebenarnya, namun tidak berbohong, dia memerlukan upaya keras dan kesungguhannya.


Kesimpulannya , pertanyaan yang anda ajukan kepadanya sama saja telah memancing untuk berbuat riya',berbohong,pengesampingkan, atau terjebak pada kelelahan berfikir.97
Sama halnya dengan pertanyaan yang berhubungan dengan kemaksiatan. Hal hal yang di sembunyikan atau yang membuat seseorang merasa malu untuk mengungkapkannya.
Jika tidak jujur, berarti iay telah terjerum kedalam  kedustaan, dan dalam hal ini anda adalah penyebab terjadinya itu semua.
Kita sebagai saudara , wajib untuk menjauhi pwmbicaraan yang tidak bermanfaat bagi kita sendiri, dan tidak menyulitkan kepada siapa pun.

"Saya telah berusaha keras untuk mencarinya sejak dua puluh tahun, akan tetapi saya belum juga mendapatkannya, saya tidak akan berhenti mencarinya,"(Mauriq Al-Ajli).
Kemudian seseorang bertanya:"apa yang kamu cari cari?",
Kamudian Mauriq Al-Ajli menjawab:"berdiam diri dari sesuatu yang tidak berguna bagi saya".
Penawar bagi orang yang di terpa penyakit seperti ini?,

Imam Al-Ghazali berkata:"penawar bagi penyaki seperti ini, hendaknya dia menyadari bahwa kematian senantiasa mengintainya, dan setiap  setiap hembusan nafas  merupakan modal utama hidupnya, sedangkan Lisannya ibarat jaringan untuk memburu bidadari syurga yang bermata jeli dan cantik rupawan, sementara peremahan hal itu dan penyia-nyiaannya merupakan kerugian nyata."98.
Untuk membantu mewujudkan dibatas,dengan berdoa kepada Allah SWT, dengan ucapan:
"AllahhummarzuQny Lisanann dzakironn waQolbann Qhosyi'aa"

Yang artinya:
 "yaa Allah, anugerahkan kepada saya Lisan yang senantiasa berdzikir  dan hati yang selalu khusyuk".



Mungkin anda suka: