Menjaga lisan dari melaknat

menjaga lisan dari melaknat



seseorang mukmin bukanlah tukang Laknat." (121)



Dalam hal ini bisa di katakan sangat akrab dengan dunia pertikaian,
Biasanya melibatkan sesuatu yang mengandung atau mencari kelemahan seseorang, sedangkan yang memulai terlebih dahulu ia lah orang yang merasa dirinya paling berani sehingga dalam posisi Lawan akan membalasnya, dengan kalimat kalimat yang sedemikian rupa (melaknat) mengutuk/mengecam orang yang mendahului permasalahn tersebut dengan perkataan kotor.

Untuk saudaraku seiman,
Ingatlah agar kita tetap menjaga Lisan kita,
senantiasa bersih dan terjaga, sanubarinya bening dan Hatinya Hidup.

Dari Abdullah bin Umara bahwa Rasulullah SaW, bersabda:
 "seseorang mukmin bukanlah tukang Laknat." (121)

Dari samurah bin jundub RA, bahwa Nabi muhammad SaW, Bersabda :
 "janganLah kalian mengutuk dengan Laknat Allah, jangan pula Dengan Murka dan Neraka-nya."(122)

Dari imran bin Hushainadia Berkata ,
"ketika Rasulullah SaW, sedang mengadakan salah satu perjalanan, ada seorang wanita dari kalangan anshar yang mengendarai Unta, Unta ini Menyusahkannya, maka dia pun Mengutuknya,'
Maka Rasulullah SaW, bersabda :
 "Ambillah beban Unta itu dan Biarkan dia Pergi, karena dia itu Terkutuk ." (123)

Imrana Berkata:,"seolah olah saya melihat unta itu berjalan di tengah tengah manusia, Tak seorang pun Yang menghampirinya."
Dari Abu Dardaa Bahwa Rasulullah SaW,Bersabda:
" sesungguhnya orang orang yang suka mengutuk tidak akan mendapatkan syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat." (124)

Dari Anas bin Malika, dia berkata ,: "Ada seorang Lelaki Berjalan mengendarai seekor Unta Bersama Rasulullah SaW, Lalu dia melaknat Untanya, Maka Rasulullah SaW, Bersabda :
  "wahai Hamba Allah, janganlah kamu ikut pada Rombongan kami dengan mengendarai unta yang Terlaknat." (125)

Dari tsabit bin Dhahhaka Bahwa Rasulullah SaW, Bersabda:
"Melaknat orang Beriman sama dengan Membunuhnya." (126)
Laknat Atau mengutuk adalah penguairan dan menjauhkan dari Rahmat Allah, kecuali Orang yang di tetapkan Allah untuk itu,  karena itu seorang muslim tidak di perbolehkan mengutuk Hewan dan benda benda Apapun.


Beberapa kaitan dengan  mengutuk manusia  yang dapat di rincikan,:

1.Boleh mengutuk dengan menggunakan sifat Umum misalnya: "Semoga Allah mengutuk orang orang Kafir, Orang Orang dzalim dan Para Ahli bid'ah."

2.Boleh Mengutuk menggunakan sifat khusus Misalnya: "Semoga Allah mengutuk Kaum Yahudi , kaum nasrani, Majusi , khawarij,Rafidhah, para pemakan Riba dan para Pezina, dan Seterus nya ."

3.boleh mengutuk individu seseorang yang menurut isLam berhak untuk Di kutuk,misalnya: "semoga Allah Melaknat Fir'aun, semoga Allah MeLaknat Abu Lahab. "

Tidak boleh mengutuk selagi dia masih hidup, meskipun ia pelaku dosa dan Maksiat, sebab , bisa jadi dia Bertaubat dan Masuk islam sebelum ajal merenggut nyawanya, Hingga akhirnya meninggal dalam keadaan meng Esakan Allah dan Mendekatkan diri Kepada-nya,

Dan janganLah kita membantu setan untuk menjerumuskannya,karena mengutuk seseorang sama dengan Mengusirnya Dari Rahmat Allah SWT.

Pada Riwayat Lain di katakan ,: "Janganlah kalian menjadi oenolong setan terhadap saudara kalian."

 riwayat Lain di sebutkan ,: "janganlah Kalian mengutuknya,
Demi Allah . .Aku tidak mengetahuinya selain bahwa dia adalah orang yang Mencintai Allah dan Rasull-nya ." (127)

Mungkin anda suka: