3 tanda ciri ciri penyakit hati/dalam islam
3 tanda ciri ciri penyakit hati
Salah satu penyaki hati adalah takabur, riya, kikir yang juga termasuk penyaki hati karena berlebih lebihan melindungi hartanya,
Kemudian hasrat iri dan dengki.
Sbenarnya orang iri dan dengki dialah yang kebertan dengan anugerah tuhan,
Dia tidak setuju dengan kebijakn tuhan.
sehingga dia ingin apa yang di anugerhkan tuhan agar tuhan mencabut anugerah yang di berikan kepada orang itu.
Kalau saja seseorang merasa apa yang dimiliki orang lain itu baik,maka semestinya dia pun berharap agar tuhan menganugerahkan jiwanya seperti tuhan menganugerahkan kepada orang itu, Bukan justru irih hati dan dengki kepda orang lain, yang padahal itu adalah anugerah dari tuhan,
Jangan pernah berharap hilangnya suatu nikmat dari seseorang yang di beri anugerah karena itu sama halnya anda protes dengan kebijakan tuhan.
"Ujub atau suka membanggakan diri"
Memang seseorang bisa saja merasakan anugerah tuhan kepadanya, dan merasa anugerah itu melebihi anugerah tuhan kepada yang lain, Tetapi saat anda merasakan kelebihan itu maka anda harus kembalikan lagi kepada tuhan
Bahwa ini adalah anugerah tuhan.
Pernah Ada seseorang yang bertanya kepada nabi muhammad saw,
:"Wahai nabi, Saya ingin pakaian saya bagus, saya ingin di lihat orang, saya ingin kaos kaki yang bagus.
Bisa jadi itu adalah tanda syukur kepada allah.
Notes: selama kamu tidak melecehkan orang dengan kelebihan yang ada padamu.
Yang terlarang adalah merasa diri paling besar dan melecehkan orang lain.!
Jika niat kita ingin tampil rapi bagus, tidak mengapa asal tidak melecehkan orang lain.
Tapi terkadang batasan hati manusia sangatlah tipis.
Dan di situlah perlunya kita harus memelihara hati jangan sampai terpengaruh dari dalam atau mungkin dri luar.
Contoh:"Misalnya Ada orang yang sebenarnya tenang dan baik baik saja, Tiba tiba ada orang lain yang intinya adalah mengomporii yang bisa jadi akan mmpengaruhimu (pengaruh Luar).
pengaruh dari dalam "iyalah seprti nafsu yang selalu mendorong manusia untuk melakukan keburukan, Nah! ketika itulah kita harus berhati hati menghadapi musuh dari luar dan musuh dari dalam.
"Riya atau suka pamer"
Riya suka pamer kurang lebih sama dengan ujub. Ada 3 istilah Riya:
01. Riya
02. Sum'ah
03. Ujub
-Riya di ambil dari akar kata, yang berarti di lihat. misalnya" ingin dilihat .
-Sum'ah" yang berarti ingin didengar.
- Ujub" perasaan tinggi di dalam hati sehingga melecehkan orang lain.
Terkadang Riya juga di hubungkan dengan amal ibadah, se'olah olah orang itu paling soleh,paling tau agama atau ingin dilihat orang bahwa dia adalah orang hebat.
itulah yang disebabkan bahwa keikhlasan yang merupakan lawan dari Riya, adalah sikap yang paling Konsisten.
bahwa di puji atau di cela ,sama saja baginya di lihat atau tidak di lihat orang.
Ingin di puji melakukan sesuatu agar tidak ingin di cela (tidak baik!).
Contoh:"seseorang yang sangat hormat kepada orang tuanya, tetapi dengan hormatnya itu, tujuannya untuk menampakkan kepada orang lain agar tidak di cela (buruk!).
Karena Hormat kepada orang tua itu memang harus dan harus ada dari dalam hati,sebagai bentuk pengabdian dan penghormatan kepadanya.
Ada ungkapan yang paling sulit dilakukan manusia untuk ikhlas, Mengapa,? karena keikhlasan itu sesuatu yang sangat rahasia.
Misalnya:" ada seseorang pada mulanya melakukan sesuatu dengan ikhlas tiba tiba tergoda oleh syaitan yang membuat orang itu menjadi tidak ikhlas.
Contoh" ada seorang datang meminta minta dan sipemilik rumah hendak memberi dia bantuan, pada saat beranjak akan memberi, terbesit kata dalam hati yang berfikir tentang penilaian orang lain jika dirinya "memberi bantuan hanya sedikit" kepada orang yang membutuhkan.
Disitulah seseorang telah berubah keikhlasannya, walaupun memberi nilai yang tinggi tetapi hanya separuh keikhlasan nya yang dia berikan, Karena itulah ikhlas adalah sesuatu yang sangat sulit.
Lalu, Bagaiman kita membedakan bahwa rasanya memang harus memberi lebih banyak?
Notes:Kalau memang dirasa perlu lebih banyak itu wajar saja,akan tetapi jangan berfikir karena penilaian orang laim tenyang diri kita dalam bersedekah, Tetapi tidak (Enak lah)karena mereka butuh lebih maka seharusnya kita ikhlas agar memberi lebih dalam bersedekah.
(Hanya hati yang tahu)
Dalam diri manusia ada segumpal kunyahan kalau itu baik,maka baik semua kegiatannya, dan Kalau buruk,maka buruk semua kegiatannya.
(Karena Sesungguhnya nilai dari perbuatan itu adalah niat kamu)
jika ada dua pekerjaan yang sama dan di kerjakan oleh dua orang yang berbeda dalam waktu yang sama, dalam bentuk yang sama tetapi nilainya bereda.
Contoh" Pisau yang di gunakan Dokter untuk membedah pasien Dan pisau yang di gunakan pencuri untuk mencongkel dalam rencana pencuriannya.
Mungkin Alat tersebut sama akan tetapi ada nilai yang berbeda, Sehingga penilaian tuhan terhadapnya juga akan berbeda.
Bagai mana menjaga niat agar sesuai dengan tuntunan agama.?
Baigaiaman menjaga hati,?
Disitulah kesulitannya menjaga hati, Kuncinya Terus berusaha, dan melakukan kegiatan kegiatan dengan mengaitkan diri kepda tuhan
Agar tetap terjaga hubungan kita kepada tuhan.
Itu sebabnya dalam agama, setiap aktifitas ataupun pekerjaan hendaknya dimulai dengan bismillah dengan niat "Saya memulai pekerjaan ini demi karena allah.
Karena Putus hubungan dengan allah sama dengan membuka luas pintu untuk nafsu dan setan masuk.
Memang lebih sulit,karena satu sisi kita harus berusaha sekuat tenaga, dan dari sisi lain kita harus tahu bahwa tuhan tidak menguji kita melebihi kemampuan kita.
"cerita-kucing-dan-tikus-sosial-inspirasi
"radikalisme-tanda-kebodohan-dalam-islam

Comments
Post a Comment