Cerita Kucing dan tikus /sosial inspirasi

cerita inspirasi kucing dan tikus "
Suatu hari waktu yang tidak terlewatkan oleh kedua hewan yang dimana pada umumnya di jadikan simbol hewan yang selalu bermusuhan,
     Mereka adalah

kucing dan tikus.

Bagaimana mungkin mereka mendapat kesempatan sementara tikus yang selalu was was saat bertemu dengan pemangsanya (kucing)

pada saat yang sama , seekor kucing melihat gerak bahasa tubuh dari tikus yang sangat gugup dan ketakutan,
Dengan Rasa laparnya se'ekor kucing pun datang mengejar tikus yang saat itu hendak berlari untuk mempertahankan kehidupannya,

Sembari berlari,se'ekor tikus berteriak sambil mengucapkan:

 "Jangan makan aku cing!,,aku belum makan jadi lapar sekali ni perutku,,kenapa kau kejar aku!".

Dengan rasa lapar se'ekor kucingpun membalas ucapan tikus:
"Aku kejar kau juga karena aku lapar,,! kau jangan lari cepat dan menyelinap ".

Tak sadar dengan ucapannya sendiri dan dengan rasa lelahnya karena kelaparan , kucing pun berlari dengan semakin melambat.  →→
naluri pemburu se'ekor kucing tidak mati


Lika liku kehidupan akan selalu ada dan akan  berubah selama kita mau mengubahnya!.


→→
 Kucing yang lapar dan lelah merasa harus di jeda dalam mengejar mangsanya,
Waktu bersamaan tikus juga harus beristirahat dari bahayanya yang dia rasakan saat itu.

Setelah kucing mulai berjalan untuk mencari mangsa yang lain ada beberapa keluhan se'ekor tikus yang tanpa sengaja di dengar oleh kucing,

"Ya tuhan seandainya aku di takdirkan untuk menjadi kerbau ,mungkin kucing tidak akan mengejar aku karena badanku lebih besar dan mudah untuk mengalahkan kucing,
Seandainya aku di takdirkan menjadi burung, kucing tidak akan mampu mengejar aku yang berlalu lalang di atas tanah ini,
Seandainya aku menjadi kucing, kucing akan menjadi sahabatku yang akan mencari mangsa bersama.
Tapi aku tidak memiliki kesempatan itu untuk jauh dari bahaya yang mengancam ku,
Tapi inilah takdirku ya tuhan dan peraturan mu memang adil, hanya saja aku tidak terfikirkan untuk menjadi manusia yang selalu ingin menang melawan semua makhluk yang ada di dunia ini".

"Se'ekor kucing yang terdiam karena mendengar keluhan se'ekor tikus, diam dan kemudian menghening seakan dia menyesal untuk memusuhi tikus dan memangsanya,"

Namun naluri pemburu se'ekor kucing tidak mati, ia selalu mengejar dan memangsa yang lebih kecil dari tubuhnya,dan tidak jarang juga akan melawan yang lebih bahaya dari dirinya (kucing).

Setelah terdiam dengan keluhan tikus, kucing pun berjalan dengan lambatnya sembari menundukkan kepala kebawah seakan tidak melihat keberadaan tikus yang ada di lorong jalan yang berada di sebelah jalan kucing melangkahkan kakinya.
Ia berpura pura tidak melihat dan menipu dirinya sendiri dengan hidung yang tajam akan keberadaan mangsa.

Ia (kucing) berhenti tepat di sebelah lubang kecil yang menjadi tempat persembunyian si tikus,
Dengan sengaja ia bertiduran teoat di depannya.

Tikus yang selalu takut dengan kucing, sekarang malah ada di depan matanya
Bagaimana mungkin tidak takut sedangkan nyawanya sudah ada di ujung tanduk.

-Merasa putus asa dengan takdirnya yang berakhir di tangan sang pemangsa,
Seusai itu,tikus pun terkejut dengan kata kata kucing yang sebelumnya mengejar untuk memangsa dirinya (tikus).

Kucing berkata:
"Mendekatlah disini,mungkin aku tidak akan memangsamu (untuk sementara waktu) .ucapnya,,

"Aku mendengar semua yang kamu adukan kepada tuhan, memang takdir itu sudah di tentukan oleh tuhan,dan tidak bisa mengubahnya, hanya saja kamu sekarang bisa menghindari itu,
Entah untuk lain waktu, apakah aku masih bisa mendengar keluhanmu yang sama atau kamu di mangsa oleh pemangsa lainnya, atau bahkan kamu mati dengan keluhanmu sendiri."

Mendengar kata kata yang di sampaikan oleh si kucing, kini tikuspun mendekat di antara daun daun yang berserakan sebagai alas dari keduanya.

Tikus mulai menanyakan sesuatu yang belum pernah iya tanyakan kepada kucing dan yang lainnya.

Tikus: "cing kenapa kau ada??

Kucing:  "karena Tuhan ada.

Tikus:  "kenapa bangsaku selalu menjadi santapanmu?

Kucing:  "karena hidup ini berputar, dan selagi masih berjalan aku pun akan mengalami nasib yang sama denganmu.

Tikus: "apa kau juga akan di mangsa oleh hewan lain yang lebih ganas darimu??

Kucing:  "tidak,, Tetapi aku akan mati dengan tanpa di ketahui oleh yang lain.

Tikus: "apa maksudmu ? ?,,,

Kucing: " aku hanya kucing hewan yang selalu di anggap salah, tanpa mencuripun aku akan di anggap salah apalagi aku menjadi pencuri!,

Tikus: "lalu apakah jika aku menyerahkan diri, kau akan memakan ku?

Kucing: "iya!,, tapi lain hari, hari ini kamu beruntung karena masih adanya Tuhan di dalam dirimu.

nyawanya sudah ada di ujung tanduk.

●Menyayangi bukan berarti Tidak pernah Membenci.


Mendengar jawaban dari si kucing, tikus kini tahu,,Bahwa memakan dirinya bukan karena dia membenci dari kawanan sebangsanya (Tikus).

Kucing yang lebih tua daripada macan memang terlihat lebih ramah di bandingkan dengan se'ekor macan,

●baca juga: Tanda kebodohan radikalisme

Lalu apa yangg menjadi inti dari cerita tersebut?

..

"Kenapa kita harus menghindar bahkan membenci mereka yang pada kodratnya mereka sama dengan kita,
Kedengkian kita sesama manusia memang akan selalu ada ,karena pada umumnya kebaikan dan keburukan berjalan bersama dan berdampingan,
Tetapi kita dapat menghilangkan semua itu  jika memang kita menginginkan itu,
Dan percaya kita manusia bisa menjadi lebih baik lagi.


Nahh itulah artikel dari saya,semoga bermanfaat,menginspirasi dan tidak bermaksud untuk mengarah kepada siapapun,
Apabila ada pendapat yang berbeda atau pendapat yang dapat menjadi masukan untuk saya,
silahkan kirim komentar.

  • Terimaksih...

Mungkin anda suka:

Comments